Fitnah Terbaru soal Sumber Uang Teman Ahok dan Jawaban Kami sebagai Relawan


Diakui atau tidak, dari berbagai gebrakan Ahok untuk membenahi DKI Jakarta dari segala sektor dengan tegas dan pandang bulu menjadikan terus bermunculan pihak-pihak yang semakin tidak suka dengan Ahok.

Publik banyak yang telah tau sejauh mana Ahok berhasil membongkar kejahatan terselubung di DKI Jakarta yang selama ini dijadikan lumbung uang bagi beberapa pihak yang ingin mengeruk kekayaan di Jakarta tanpa mempedulikan rakyat miskin dan rakyat asli pribumi DKI Jakarta.

Ahok secara jelas berani melawan mereka yang sering kita sebut sebagai mafia jakarta ini. Jelas lawan Ahok bukan lawan yang mudah, dan lagi Ahok berani melawan arus dengan berjalan sendiri, tanpa partai politik, tanpa donatur, tanpa kepentingan kelompok dan golongan, berjuang untuk masyarakatan luas diatas kepentingan pribadi, terbukti dia berani membuka semua keuangan pribadi, keuangan pemerintah, keuangan proyek, hingga terungkap berbagai kejanggalan keuangan dalam e-budgeting yang akhirnya dilawan total oleh Ahok.

"Daripada sok sok santun dan merampok uang rakyat, lebih baik saya blak-blak'an dalam mempertahankan dan melindungi uang rakyat," ungkap Ahok.

So, jalan terjal untuk membongkar mafia birokrasi hingga mafia keuangan negara membuat kini Ahok betul-betul sendiri dalam berbagai perjuangannya untuk DKI Jakarta. Bahkan, secara tegas Ahok sering menyampaikan tidak akan tebang pilih dan menganggap sama semua masyarakat Jakarta. Dalam sebuah video ini Ahok secara tegas di depan para pengusaha dari etnis Tionghoa juga menyampaikan saya gak mau melindungi keluarga (atau pun yang se-etnis) bila mereka juga salah dan ingin merampok uang rakyat.

Jadi, ketegasan Ahok dalam ingin memberantas mafia birokrasi dan mafia keuangan negara di Jakarta bukan main-main dan memang tak peduli se-etnis atau pun keluarga atau pun siapa pun yang ingin mengaku keluarga, saudara, sahabat, atau teman, tetap bila ingin merampok uang negara, maka Ahok akan melawan itu semua.

Ada sebuah fitnah terbaru mengenai sumber uang dari relawan terbesar yang mengusung Ahok melalui jalur independent yakni Teman Ahok. Sebuah status dibuat oleh oknum pengguna facebook dengan identitas dan foto palsu dan telah dishare oleh ratusan pengguna facebook yang menyatakan sumber keuangan Teman Ahok bernilai miliyaran rupiah itu dari seorang 'cukong' atau seorang donatur yang masih dipertanyakan.

Fitnah disampaikan pemilik facebook dengan tidak jantan, tanpa identitas asli, tanpa foto asli, kolom komentar diprivasi untuk teman saja dan komentar disetujui hanya yang senada untuk menyudutkan Ahok.

Setelah Ahok menyampaikan bahwa dia tidak ingin maju dengan partai politik karena tidak punya uang dan anggaran partai begitu besar :

Baca :
- Begini Hitung-Hitungan Biaya Kampanye Ahok Jika Diusung Parpol
- Ahok: PDIP dan Gerindra Tak Pernah Minta Uang ke Saya, Saya yang Setor 75 juta !

Maka, kini Ahok pun dilanda fitnah mengenai sumber uang Teman Ahok yang begitu besar berasal darimana dan bagaimana perhitungan timbal baliknya?

Rey Arifin mengatakan, "Perlu kami sampaikan, menurut pengamatan saya sebagai seorang relawan, secara jelas saya sampaikan semua di sini kami berjuang tanpa pamrih dan secara jelas memang berbuat secara sukarelawan untuk mendukung Ahok".

Rey menambahkan, "Sangat banyak posko-posko yang dibuat hanya beberapa petak rumah tua dan rumah sederhana yang seseorang penghuni rumah tersebut mau menjadi relawan juga untuk membantu Ahok, tidak ada hitung-hitungan uang, ada lagi both di mall-mall yang sebetulnya itu adalah stand toko pakaian dan lain-lain yang kebetulan dipasang x-banner Teman Ahok dan menerima formulir KTP untuk Ahok, dan banyak dari mereka pemilik both malah menyiapkan both khusus atau rumah khusus murni tanpa ada paksaan dan secara sukarela memberikan tempat sementara untuk posko Teman Ahok ini. Jadi, jelas fitnah kalau disebarkan anggaran sampai millyaran karena kami berjuang seadanya, kami semua bekerja bersama secara sukarela, masing-masing dengan dana pribadi dan donasi pribadi tanpa ada paksaan dari siapa pun. Kalau pun masih ada fitnah mengenai sumber uang dari relawan kan bisa dicek dimana relawannya bagaimana sumber keuangannya, kan jelas ada, dan semua gak ada yang ditutup-tutupi, alamat kita jelas, identitas kita jelas, jadi jangan sebarkan kabar tidak jelas atau kita hanya akan menjadi tukang fitnah saja."

Posko di Menteng Dalam dan beberapa posko lain hanyalah petak rumah sederhana.

Both di Mall Kuningan City hanya Stand penjual pakaian yang dititipi 

Rey Arifin

"Saya kira ini blunder untuk membelokkan murni perjuangan relawan seolah-olah kami semua adalah bayaran, perlu Anda ketahui menjadi relawan pun kami telah bangga membantu seorang tokoh yang jelas-jelas berjuang demi kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan," tambah Rey.

Previous
Next Post »